Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Example 728x250
HeadlinePemprov Sulut

Sulut Tampilkan Kekayaan Kriya di Kriyanusa 2026, Buka Peluang Produk Lokal Tembus Pasar Nasional

×

Sulut Tampilkan Kekayaan Kriya di Kriyanusa 2026, Buka Peluang Produk Lokal Tembus Pasar Nasional

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

SulutOne.co.id, – Keikutsertaan Sulawesi Utara dalam Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan kerajinan dan produk unggulan daerah kepada masyarakat Indonesia.

Partisipasi Sulut dalam ajang nasional tersebut sekaligus membuka peluang lebih luas bagi para perajin dan pelaku usaha untuk memperluas pasar. Beragam produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga merepresentasikan kekayaan budaya, kreativitas, serta kearifan lokal masyarakat Sulawesi Utara.

Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, saat mengunjungi stand Dekranasda Sulut, Sabtu (26/9/2026), menegaskan pentingnya mendorong produk kerajinan daerah agar semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.

«“Produk-produk Sulawesi Utara memiliki potensi yang besar. Kita harus terus mendorong agar karya para perajin kita semakin dikenal, tidak hanya di Sulawesi Utara, tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Yulius.»

Kehadiran Gubernur Yulius di stand Sulut menjadi bentuk dukungan langsung Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap para perajin, pelaku UMKM, serta jajaran Dekranasda Sulut yang membawa dan mempromosikan karya unggulan daerah dalam ajang berskala nasional tersebut.

Yulius melihat langsung berbagai produk kerajinan yang dipamerkan. Menurutnya, pengembangan produk lokal tidak cukup hanya mengandalkan keunikan, tetapi juga perlu dibarengi peningkatan kualitas, inovasi desain, daya saing, serta kemampuan menembus pasar yang lebih luas.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Dekranasda Sulawesi Utara Ny. Anik Yulius Selvanus bersama jajaran yang terus mendorong pengembangan sekaligus promosi produk kerajinan daerah.

Menurut Yulius, Dekranasda memiliki peran strategis dalam mempertemukan potensi para perajin dengan peluang pasar, sekaligus memastikan nilai-nilai budaya lokal tetap hidup dan berkembang mengikuti tuntutan zaman.

«“Yang kita tampilkan bukan hanya produk, tetapi ada cerita, budaya dan identitas Sulawesi Utara di dalamnya. Ini yang harus kita jaga dan terus kita kembangkan,” katanya.»

Kriyanusa 2026 Jadi Etalase Produk Nusantara

Kriyanusa 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Pameran yang berlangsung 26 hingga 30 September 2026 tersebut menghadirkan 410 stand dengan 257 peserta dari berbagai unsur, termasuk Dekranas, Dekranasda, kementerian/lembaga, serta pelaku UMKM.

Ajang tersebut menjadi ruang pertemuan produk kriya dari berbagai daerah dengan masyarakat, pelaku usaha, serta pasar yang lebih luas.

Tidak hanya menampilkan produk kerajinan, Kriyanusa 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, antara lain fashion show, talk show, workshop, lomba kriya potensial, lomba stand terbaik, serta sejumlah program yang memadukan unsur kriya, budaya dan teknologi.

Bagi Sulawesi Utara, keikutsertaan dalam Kriyanusa menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Pemerintah Provinsi Sulut terus mendorong agar produk unggulan daerah memperoleh ruang promosi yang lebih luas, sekaligus mendapatkan dukungan dalam peningkatan kualitas, inovasi dan akses pasar.

Langkah tersebut sejalan dengan arah pembangunan Sulawesi Utara menuju daerah yang maju, sejahtera dan berkelanjutan, termasuk melalui penguatan ekonomi masyarakat serta pelestarian budaya dan kearifan lokal.

Gubernur Yulius menegaskan, pemerintah akan terus memberikan perhatian terhadap pengembangan potensi ekonomi kreatif dan produk lokal sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.

«“Sulut punya banyak karya dan potensi yang luar biasa. Tugas kita bersama adalah menjaga, mengembangkan dan membawa karya-karya ini semakin dikenal. Dari Sulawesi Utara untuk Indonesia dan dunia,” pungkasnya. (Fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!