Sulutone.co.id – Upaya memperkuat kerukunan dan kebersamaan antarumat beragama terus dilakukan di Manado. Salah satunya melalui kegiatan tatap muka Triwulan I bersama pimpinan rumah ibadah se-Kota Manado yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Antar Umat Beragama Kota Manado di Gedung Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Jumat (13/03/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Manado Andrei Angouw, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado Hj. Rogaya Udin, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta pimpinan dan pengurus rumah ibadah dari berbagai agama di Kota Manado.
Pertemuan ini menjadi forum silaturahmi sekaligus ruang dialog antarumat beragama yang secara rutin digelar oleh BKSAUA Kota Manado guna memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara pemerintah daerah dan para tokoh agama dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.
Tak hanya sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai wadah bertukar pandangan terkait berbagai isu sosial dan keagamaan yang berkembang di tengah masyarakat. Melalui forum ini, para tokoh agama diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas serta memperkuat semangat toleransi di tengah keberagaman.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Manado Andrei Angouw menyampaikan apresiasi atas peran para tokoh agama dan pimpinan rumah ibadah yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di Kota Manado.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado Hj. Rogaya Udin menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan tokoh agama dalam merawat nilai-nilai toleransi serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan tatap muka yang dilaksanakan secara rutin ini dapat terus memperkuat komunikasi lintas agama, sehingga setiap persoalan yang berkaitan dengan kehidupan beragama dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak kembali menegaskan komitmen bersama untuk menjaga dan memperkuat kerukunan antar umat beragama, sehingga Kota Manado tetap dikenal sebagai daerah yang damai, rukun, dan harmonis dalam keberagaman.
(FM)







