Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Example 728x250
HeadlinePemprov SulutSulut

HUT ke-62 Sulut Bukan Sekadar Seremoni, Yulius Soroti Pengangguran dan Pemerataan Pembangunan

×

HUT ke-62 Sulut Bukan Sekadar Seremoni, Yulius Soroti Pengangguran dan Pemerataan Pembangunan

Sebarkan artikel ini

SulutOne.co.id, – Usia 62 tahun bukan sekadar angka bagi Provinsi Sulawesi Utara. Di balik perayaan dan berbagai capaian pembangunan, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah yang harus menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pesan tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Sulawesi Utara dalam rangka memperingati HUT ke-62 Provinsi Sulut, yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (22/9/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Sulut dr. Fransiscus Andi Silangen, Sp.B, KBD, didampingi Wakil Ketua DPRD dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS, Wakil Ketua Royke Anter dan Wakil Ketua Stella Runtuwene.

Hadir pula Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., jajaran Forkopimda, anggota DPRD, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Yulius mengajak masyarakat mensyukuri perjalanan 62 tahun Sulawesi Utara. Namun, ia juga menekankan pentingnya melihat secara terbuka berbagai tantangan yang masih dihadapi daerah.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah bagaimana memastikan pertumbuhan ekonomi mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Yulius menyampaikan, perekonomian Sulawesi Utara pada Triwulan II 2026 tumbuh sebesar 5,42 persen. Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi masyarakat tetap bergerak, baik melalui perdagangan, usaha mikro dan kecil, daya beli maupun investasi.

Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemampuan daerah menciptakan lapangan kerja.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Utara pada Triwulan II 2026 tercatat 5,85 persen, masih berada di atas rata-rata nasional sebesar 4,85 persen.

“Pesatnya laju pertumbuhan ekonomi daerah harus diimbangi dengan daya serap tenaga kerja lokal yang lebih agresif,” tegas Yulius.

Menurutnya, angka tersebut menjadi sinyal bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari tingginya pertumbuhan ekonomi. Aktivitas investasi dan geliat ekonomi juga harus mampu membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat Sulawesi Utara.

Karena itu, Pemprov Sulut mengarahkan investasi pada sektor-sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi, sekaligus memperkuat perlindungan tenaga kerja lokal dan meningkatkan pelatihan vokasi.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan dunia usaha dengan kompetensi angkatan kerja di Sulawesi Utara.

Capaian Pembangunan dan Tantangan

Dalam pidatonya, Yulius juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Sulawesi Utara.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulut tahun 2025 tercatat 76,32, lebih tinggi dibandingkan angka nasional sebesar 75,90.

Sementara itu, angka kemiskinan Sulawesi Utara pada Triwulan II 2026 berada di level 6,32 persen, sedangkan Gini Ratio tercatat 0,344.

Meski sejumlah indikator menunjukkan capaian positif, Yulius menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh membuat pemerintah menutup mata terhadap persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

“Pemerintah yang memegang teguh transparansi dan akuntabilitas di hadapan dewan yang terhormat serta rakyat Sulut, kami tidak akan menutup mata terhadap hal-hal yang masih menjadi tantangan,” ujar Yulius.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam peringatan HUT ke-62 Sulut. Keberhasilan pembangunan, kata dia, harus berjalan beriringan dengan keberanian untuk mengakui sekaligus menyelesaikan persoalan yang masih ada.

HUT Bukan Sekadar Seremoni

Yulius mengatakan, perjalanan 62 tahun Sulawesi Utara merupakan hasil kerja panjang para pendahulu yang harus diteruskan oleh generasi saat ini.

Menurutnya, Sulut telah berkembang sebagai daerah dengan kekayaan alam, budaya, keragaman masyarakat serta potensi ekonomi yang besar.

Karena itu, momentum hari ulang tahun provinsi tidak boleh berhenti pada seremoni. HUT harus menjadi ruang untuk melakukan evaluasi sekaligus memperbarui komitmen pembangunan.

“Kita tidak hanya merayakan apa yang telah dicapai, tetapi berjanji untuk melakukan yang lebih baik lagi,” ujar Yulius.

Ia menegaskan, Sulawesi Utara merupakan rumah bersama yang harus dibangun secara inklusif, mulai dari wilayah kepulauan hingga daratan, kawasan perkotaan hingga desa-desa.

Dalam arah pembangunan ke depan, Gubernur menekankan empat hal utama, yakni menjaga persatuan dan kerukunan, memperkuat ekonomi yang berkeadilan, meningkatkan pelayanan dasar masyarakat, serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel.

Sektor kelautan, pertanian, pariwisata serta pengembangan sumber daya manusia juga dinilai perlu terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah maupun kelompok tertentu.

Membangun Sulut Secara Bersama

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, jajaran Forkopimda, pejabat pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat serta berbagai elemen masyarakat, Yulius menyampaikan apresiasi atas kerja bersama dalam membangun Sulawesi Utara.

Ia mengajak seluruh elemen daerah mempertahankan persaudaraan dan kerukunan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Sulawesi Utara.

“Masa depan Sulawesi Utara ditentukan bukan oleh satu orang, melainkan oleh kita semua yang bersatu tekad,” katanya.

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-62 Sulut akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda peringatan hari jadi provinsi.

Di tengah berbagai capaian pembangunan, pemerintah daerah juga dihadapkan pada tuntutan untuk memastikan pertumbuhan ekonomi mampu menghasilkan lapangan kerja, pembangunan semakin merata dan pelayanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat.

Usia 62 tahun menjadi catatan perjalanan. Namun, tantangan yang dihadapi hari ini akan menjadi bagian penting dalam menentukan arah Sulawesi Utara memasuki babak berikutnya.

(Fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!