Example 728x250
BeritaHeadlineManadoSulut

Ngopi, Berdiskusi, dan Bergerak: PAMI-P Sulut dan SulutOne.co.id Bangun Kolaborasi untuk Suara Rakyat

×

Ngopi, Berdiskusi, dan Bergerak: PAMI-P Sulut dan SulutOne.co.id Bangun Kolaborasi untuk Suara Rakyat

Sebarkan artikel ini

SulutOne.co.id,- Semangat membangun daerah tidak selalu lahir dari ruang-ruang formal. Dari secangkir kopi, diskusi yang terbuka, hingga keberanian menyuarakan fakta, berbagai gagasan untuk kepentingan masyarakat dapat dirumuskan.

Hal tersebut tergambar dalam pertemuan Ketua Pelopor Angkatan Muda Indonesia Perjuangan (PAMI-P) Sulawesi Utara, Jonathan Mogonta, bersama Jurnalis Investigasi Fadli Mokodompit, yang juga merupakan Pimpinan Umum media online SulutOne.co.id.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bertukar pikiran sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara elemen masyarakat dan insan pers dalam mengawal berbagai persoalan daerah.

Kolaborasi ini diarahkan pada sejumlah kerja-kerja sosial dan jurnalistik, mulai dari investigasi lapangan, pengumpulan informasi, publikasi, kontrol sosial, advokasi aspirasi masyarakat, hingga mengawal isu pembangunan dan lingkungan di Sulawesi Utara.

Jonathan Mogonta menegaskan bahwa organisasi kepemudaan dan media memiliki peran strategis dalam menjaga ruang publik tetap hidup dengan kritik, gagasan dan informasi yang konstruktif.

“Kita tidak ingin hanya berbicara. Kita ingin melihat persoalan di lapangan, mendengar suara masyarakat, mencari fakta dan mendorong adanya solusi. Kritik harus tetap berpijak pada kepentingan rakyat dan pembangunan daerah,” ujar Jonathan Jumat (07/08/2026).

Menurutnya, kolaborasi dengan insan pers merupakan bagian penting dalam memperkuat kontrol sosial. Media memiliki tanggung jawab untuk menyajikan informasi secara berimbang, sementara organisasi masyarakat dapat menjadi jembatan dalam menyerap aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Sementara itu, Fadli Mokodompit mengatakan, jurnalisme tidak hanya sebatas aktivitas menulis berita, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan fakta dan memberikan ruang bagi suara masyarakat.

“Jurnalisme harus berani mencari fakta, tetapi tetap mengedepankan independensi, verifikasi dan keberimbangan. Media harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus menjadi bagian dari perubahan yang positif,” kata Fadli.

Ia menambahkan, kolaborasi antara media dan elemen masyarakat harus tetap menjaga batas profesionalisme. Setiap informasi yang diperoleh di lapangan perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru.

Pertemuan Jonathan Mogonta dan Fadli Mokodompit juga menjadi gambaran bahwa diskusi sederhana dapat berkembang menjadi gagasan besar.

Dengan semangat “Kebenaran adalah tujuan, rakyat adalah inspirasi,” keduanya sepakat bahwa isu-isu yang menyangkut kepentingan publik perlu dikawal secara konsisten.

Mulai dari persoalan pembangunan infrastruktur, lingkungan, pelayanan publik, penegakan hukum, hingga berbagai persoalan sosial masyarakat akan menjadi bagian dari perhatian bersama.

Kolaborasi tersebut bukan dimaknai sebagai keberpihakan kepada kepentingan tertentu, melainkan sebagai upaya memperkuat kontrol sosial dan partisipasi publik.

Independen, berintegritas, berani dan untuk rakyat menjadi semangat yang ingin dibangun dalam setiap kerja jurnalistik maupun aktivitas sosial yang dilakukan.

Sebab, terkadang perubahan tidak dimulai dari gedung-gedung besar.

Perubahan bisa dimulai dari sebuah meja kopi, sebuah diskusi, keberanian bertanya, dan kemauan untuk turun langsung mendengar suara rakyat.

(Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!