SulutOne.co.id,- Pelaksanaan Reses III Tahun 2026 anggota DPRD Kota Manado, Natanael Pepah, SE, menjadi momentum penting untuk menyerap secara langsung berbagai aspirasi dan persoalan yang dihadapi masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Sario–Malalayang, Jum’at (07/08/2026).
Sebagai anggota Komisi IV DPRD Kota Manado dari Fraksi PDI Perjuangan, Natanael Pepah berdialog langsung dengan masyarakat untuk mendengarkan berbagai kebutuhan dan keluhan warga, mulai dari persoalan air bersih, infrastruktur jalan lingkungan, hingga kondisi fasilitas umum di kawasan wisata Pantai Malalayang.
Dalam dialog bersama masyarakat, persoalan ketersediaan dan distribusi air bersih menjadi salah satu aspirasi yang paling mendesak. Warga Malalayang II dan kawasan Manibang menyampaikan bahwa distribusi air bersih dari PDAM belum optimal dan kondisi tersebut telah dirasakan masyarakat selama kurang lebih empat tahun.
Persoalan tersebut semakin dirasakan masyarakat di tengah kondisi musim kemarau. Keterbatasan pasokan air bersih dinilai cukup mengganggu aktivitas dan kebutuhan sehari-hari warga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Natanael menegaskan komitmennya untuk membawa dan memperjuangkan persoalan masyarakat melalui jalur kelembagaan DPRD Kota Manado serta berkoordinasi dengan instansi terkait.
Menurutnya, persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus mendapat perhatian serius pemerintah.
“Tugas kami adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kalau ini tidak terlaksana, kasihan masyarakat, terutama yang tinggal di lorong-lorong yang infrastrukturnya masih kurang memadai,” tegas Natanael.
Ia juga menyampaikan bahwa secara teknis, wilayah Malalayang dan Krida diharapkan dapat memperoleh suplai air yang lebih optimal seiring dengan hadirnya sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di Kota Manado.
Sebagai langkah tindak lanjut, Natanael akan mendorong koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), khususnya dengan Dinas PUPR, untuk melihat dan menangani persoalan jaringan maupun saluran air bersih di kawasan permukiman warga.
Selain itu, koordinasi dengan Dinas Perkim juga akan didorong untuk mempercepat penanganan infrastruktur jalan lingkungan yang menjadi akses penting bagi masyarakat.
Natanael menilai pembangunan dan perbaikan infrastruktur harus menyentuh hingga ke kawasan permukiman dan lorong-lorong warga, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Di sisi lain, dirinya juga akan meminta PDAM Kota Manado memberikan laporan mengenai perkembangan penanganan persoalan distribusi air bersih, termasuk kepastian realisasi penambahan bak penampungan air di kawasan yang mengalami keterbatasan pasokan.
Dalam kegiatan reses tersebut, Natanael turut menerima aspirasi warga terkait kendala administratif dalam memperoleh program bantuan pemerintah, khususnya bantuan bedah rumah.
Sebagian warga diketahui menempati lahan milik pihak lain sehingga menghadapi kendala dalam memenuhi persyaratan kepemilikan tanah sebagai salah satu dokumen administrasi.
Menanggapi hal tersebut, Natanael menyatakan akan berupaya mencari ruang kebijakan dan solusi yang sesuai dengan ketentuan, dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan serta kepentingan masyarakat yang membutuhkan.
Ia juga membuka peluang untuk mendorong koordinasi penyediaan wadah penampungan air atau tong air bagi warga yang terdampak keterbatasan distribusi air bersih.
Selain persoalan kebutuhan dasar dan infrastruktur permukiman, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait kondisi fasilitas umum di kawasan Pantai Malalayang.
Warga berharap fasilitas yang mengalami kerusakan, seperti toilet umum dan lampu penerangan, dapat segera diperbaiki.
Menurut Natanael, pembenahan fasilitas umum di kawasan wisata merupakan bagian penting dalam menjaga kenyamanan masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik Pantai Malalayang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Manado.
Ia menegaskan, seluruh aspirasi yang diterima selama pelaksanaan reses akan dicatat dan dikawal melalui mekanisme kelembagaan DPRD.
“Seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan pada masa reses ini akan saya bawa dan perjuangkan secara maksimal dalam sidang maupun rapat paripurna DPRD Kota Manado. Air bersih di Malalayang II adalah prioritas yang akan terus saya kawal,” pungkas Natanael Pepah.
Melalui pelaksanaan Reses III Tahun 2026, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat tidak berhenti pada penyampaian semata, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, dan perangkat daerah terkait, sehingga menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.
(Fad)











