(foto:ist)
SulutOne.co.id,– Sosok AKP Lutfi Arinugraha Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mendapat perhatian positif dari sejumlah kalangan di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, Selasa (01/09/2026).
Di tengah tuntutan tugas sebagai aparat penegak hukum, AKP Lutfi dinilai mampu memadukan ketegasan dalam menjalankan tugas dengan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Sejumlah aktivis dan insan pers menilai, gaya kepemimpinan AKP Lutfi cukup komunikatif dan terbuka. Sikap tersebut dinilai menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang baik antara kepolisian, masyarakat dan media.
Bagi kalangan pers, keterbukaan komunikasi menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung penyampaian informasi kepada publik secara akurat dan berimbang.
“Menurut saya, AKP Lutfi merupakan sosok perwira yang tegas dalam menjalankan tugas, namun tetap humanis dan dekat dengan masyarakat. Ia juga cukup terbuka dalam membangun komunikasi dengan insan pers. Sikap seperti ini tentu menjadi nilai positif dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian,” ujar Fadli Mokodompit, Pimpinan Umum media online di Sulawesi Utara.
Menurut Fadli, ketegasan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas seorang Kasat Reskrim, terutama dalam menghadapi berbagai persoalan hukum.
Namun, ketegasan tersebut tetap dapat berjalan beriringan dengan sikap humanis dan komunikasi yang baik.
“Seorang Kasat Reskrim memang harus tegas ketika berhadapan dengan persoalan hukum. Namun, ketegasan itu akan semakin dihargai ketika dibarengi dengan sikap ramah, terbuka dan mampu merangkul masyarakat,” katanya.
Fadli juga menilai, kedekatan aparat kepolisian dengan masyarakat bukan berarti mengurangi profesionalisme maupun ketegasan dalam penegakan hukum. Sebaliknya, komunikasi yang baik dapat menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan dan menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan sosok aparat yang mampu memberikan rasa aman sekaligus membuka ruang komunikasi ketika masyarakat ingin menyampaikan informasi, keluhan maupun berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan hukum.
“Polisi memiliki tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat. Karena itu, kemampuan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas tersebut,” ujar Fadli.
Ia menambahkan, hubungan yang sehat antara kepolisian dan insan pers juga perlu terus dibangun. Media, kata dia, memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Komunikasi yang terbuka antara polisi dan pers tentu sangat penting. Dengan komunikasi yang baik, informasi yang disampaikan kepada publik diharapkan dapat lebih akurat, berimbang dan tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fadli berharap karakter kepemimpinan yang mengedepankan profesionalisme, ketegasan dan humanisme dapat terus dipertahankan.
Menurutnya, keberhasilan seorang pejabat kepolisian tidak hanya dapat dilihat dari aspek penegakan hukum, tetapi juga dari bagaimana membangun kepercayaan dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Ketegasan dalam penegakan hukum harus tetap menjadi prinsip. Tetapi sikap humanis, keterbukaan dan kemampuan mendengarkan masyarakat juga tidak kalah penting. Keduanya bisa berjalan bersama,” tutup Fadli.
Kehadiran sosok perwira yang mampu menjaga keseimbangan antara ketegasan dalam menjalankan tugas dan pendekatan humanis diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya di wilayah Minahasa Tenggara.(**)












