SulutOne.co.id, – Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Dony Lumenta, S.Tr.T., secara langsung menghadiri Rapat Sinkronisasi Usulan Program Listrik Perdesaan (Lisdes) pada hari Senin (21/09/2026). Kehadiran beliau menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam memperjuangkan pemerataan akses infrastruktur kelistrikan dengan membawa semangat “Terangi Desa, Majukan Bolaang Mongondow” bagi masyarakat di wilayah pelosok.
Kegiatan ini diselenggarakan secara resmi oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Republik Indonesia. Pertemuan strategis tersebut dilangsungkan di Kantor PT PLN (Persero) UID Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Gorontalo, yang berlokasi di Jl. Bethesda No.32, Manado.
Berdasarkan agenda, rapat ini difokuskan pada sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029, fasilitas penyiapan lahan, serta penyelesaian perizinan yang melintasi kawasan hutan maupun area penggunaan lain di Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam forum koordinasi tersebut, dipaparkan bahwa realisasi Program Lisdes Tahun 2026 di Kabupaten Bolaang Mongondow mencakup pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) 2,06 kilometer, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) 14,05 kilometer, dan Gardu Distribusi 400 kVA. Program ini menargetkan 620 calon pelanggan di 18 lokasi pada 9 kecamatan. Saat ini, proses eksekusi fisik jaringan kelistrikan sedang berjalan di 5 lokasi, yakni Desa Pinogaluman, Lolak II, Diat, Bolaang, dan Lolan.
Selain mengawal program yang sedang berjalan, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow juga membawa usulan awal perluasan jaringan listrik untuk Tahun 2027 yang diproyeksikan pada 13 lokasi desa baru. Usulan tersebut difokuskan pada penambahan infrastruktur JTM, JTR, dan Gardu Distribusi, di mana pendataan jumlah pelanggan serta verifikasi kelayakan teknis lapangan akan terus dimatangkan bersama pihak PT PLN.
Dalam mengikuti jalannya rapat yang padat tersebut, Wakil Bupati Dony Lumenta turut didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan dan ESDM, Seriyanto, S.T. Sinergi jajaran pimpinan daerah ini diharapkan mampu memastikan seluruh usulan kelistrikan daerah dapat terakomodasi dan terbangun dengan baik, sehingga rasio elektrifikasi Bolaang Mongondow meningkat maksimal demi kesejahteraan masyarakat.
(Fad)












