Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Example 728x250
HeadlineMitra

Saat Anak Muda Turun Menjaga Kampung, Deddy Rundengan: “Makse Ngoni Pe Cinta Ini Kampung

×

Saat Anak Muda Turun Menjaga Kampung, Deddy Rundengan: “Makse Ngoni Pe Cinta Ini Kampung

Sebarkan artikel ini

SulutOne.co.id, – Ada cerita sederhana dari Ratatotok yang mungkin terlihat kecil, tetapi menyimpan pesan besar tentang arti mencintai kampung halaman.

Ketika sebuah pekerjaan pembangunan baru saja dimulai, sejumlah anak muda Ratatotok memilih tidak sekadar melihat dari kejauhan. Mereka bergerak cepat, turun langsung ke lokasi dan ikut memastikan pekerjaan tersebut tetap aman serta tidak diganggu oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bagi mereka, menjaga pembangunan bukan semata-mata urusan pemerintah atau pelaksana pekerjaan. Ada rasa memiliki yang membuat mereka merasa perlu hadir.

Langkah sederhana itulah yang mendapat apresiasi dari aktivis Minahasa Tenggara, Deddy Rundengan.

“Makse ngoni pe cinta ini kampung. Anak muda yang peduli kampung langsung fast response ke tempat pekerjaan. Mereka menjaga jangan sampai ada yang menerobos dan merusak pekerjaan yang baru mulai,” ujar Deddy melalui akun Facebook miliknya, Sabtu (15/08/2026).

Menurutnya, pembangunan membutuhkan proses dan perjuangan. Ketika ada pihak yang berupaya memperbaiki dan membangun kampung, maka sudah sepatutnya masyarakat ikut menjaga.

“Ada yang berjuang untuk memperbaiki, tapi ada pula yang tidak memiliki hati. Karena itu, saya sangat mengapresiasi anak-anak muda yang memilih turun tangan dan menjaga pekerjaan ini,” katanya.

Bagi Deddy, sikap tersebut menunjukkan bahwa kecintaan terhadap kampung tidak selalu harus diwujudkan melalui hal-hal besar. Kadang, cukup dengan berdiri di lokasi, mengingatkan orang lain, dan memastikan sesuatu yang dibangun untuk kepentingan masyarakat tidak dirusak.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat Ratatotok untuk memiliki rasa tanggung jawab yang sama.

“Kalau torang sayang kampung, torang harus sama-sama jaga. Ini kampung milik torang bersama. Pemerintah sudah berusaha, masyarakat juga harus mendukung,” tuturnya.

Deddy berharap kepedulian anak muda Ratatotok dapat menjadi contoh bagi generasi lainnya. Menurutnya, pembangunan akan lebih berarti apabila masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap apa yang telah dibangun.

Atas nama masyarakat, Pemerintah Kecamatan dan Tim Bangun Kampung Ratatotok, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada para anak muda yang telah menunjukkan kepedulian tersebut.

“Makase banyak skali pa ngoni. Tetap jaga ini kampung.”

Sebab, pada akhirnya, membangun kampung bukan hanya tentang beton, jalan, fasilitas atau bangunan yang berdiri. Lebih dari itu, pembangunan juga membutuhkan hati dari orang-orang yang mau menjaga.

Dan dari Ratatotok, anak-anak muda itu sedang menunjukkan satu pesan sederhana.

“Sayang kampung, berarti jaga kampung.”tutup Rundengan.

(Fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!