SulutOne.co.id, – Kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Utara, Jacob Hendrik Pattipeilohy, S.H., M.H., ke Kabupaten Kepulauan Talaud tidak hanya berfokus pada penguatan penegakan hukum, tetapi juga menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat melalui kegiatan sosial dan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Utara, Ny. Yulis Hendrik Pattipeilohy, Kajati Sulut memulai rangkaian kunjungan dengan meninjau Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud, Kamis (02/07/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan tugas penegakan hukum, pelayanan publik, dan tata kelola organisasi berjalan secara profesional, berintegritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kedatangan rombongan Kajati Sulut juga disambut hangat oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kepulauan Talaud. Penyambutan tersebut menjadi simbol kuatnya sinergi antara Kejaksaan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan serta penegakan hukum di wilayah perbatasan Indonesia.
Memasuki hari kedua, Kajati Sulut menggelar Pasar Murah di Pantai Indah Melonguane dengan memborong sebanyak 800 paket sembako yang berisi beras lima kilogram, minyak goreng satu liter, dan gula pasir satu kilogram. Seluruh paket tersebut diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Sebanyak 400 paket telah diserahkan secara langsung kepada warga, sementara 400 paket lainnya dijadwalkan segera didistribusikan. Bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara sekaligus ungkapan rasa syukur atas kesempatan mengunjungi daerah terluar Indonesia.
Komitmen Kejaksaan dalam mendukung pembangunan juga diwujudkan melalui kegiatan panen padi dan penanaman bibit padi bersama masyarakat di Desa Tarun Selatan. Dalam kesempatan itu, Kajati Sulut menyerahkan bantuan berupa peralatan pertanian, pupuk, dan pestisida kepada para petani sebagai upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Rangkaian kunjungan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Kepulauan Talaud di Beo. Kajati memastikan pelayanan hukum, pembinaan organisasi, dan proses penegakan hukum tetap berjalan optimal hingga ke wilayah terluar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jacob Hendrik Pattipeilohy menegaskan bahwa Kejaksaan harus hadir tidak hanya sebagai institusi penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat ketahanan pangan yang sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia.
Kunjungan kerja ini menjadi bukti bahwa kehadiran negara tidak berhenti di pusat pemerintahan. Di Kabupaten Kepulauan Talaud yang berbatasan langsung dengan Republik Filipina, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara memastikan pelayanan hukum, kepedulian sosial, dan dukungan terhadap pembangunan tetap dirasakan secara nyata oleh masyarakat hingga ke beranda terdepan Indonesia.
(PIM)











