Sulutone.co.id-Dinamika pengisian jabatan Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara kembali menjadi perbincangan di tengah tuntutan reformasi birokrasi yang kian mengedepankan profesionalisme dan akuntabilitas. Sejumlah nama mulai disebut, salah satunya Dr. Fransiskus Engelbert Manumpil, MNF, MGMT. Kamis (12/02/2026).
Manumpil bukan figur baru dalam struktur Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Ia dikenal sebagai birokrat senior dengan pengalaman panjang di bidang administrasi dan manajerial. Jabatan Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Sulut yang pernah diembannya menjadi salah satu posisi strategis yang membentuk rekam jejak koordinatifnya di lingkup perangkat daerah.
Pengalaman lapangan yang lebih kompleks ia peroleh saat ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Bupati Kepulauan Talaud periode 2024–2025. Di wilayah perbatasan itu, ia dihadapkan pada tantangan penguatan pelayanan publik, stabilitas birokrasi, hingga konsolidasi tata kelola pemerintahan.
Dalam masa tugas tersebut, ia juga menerima penghargaan adat Marambe Liado Ratun Taroda sebagai bentuk pengakuan masyarakat setempat.
Dari sisi kompetensi, Manumpil tercatat sebagai lulusan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I tahun 2025, jenjang tertinggi dalam pengembangan kepemimpinan aparatur sipil negara. Pendidikan doktoral serta gelar profesional di bidang manajemen melengkapi latar belakang akademiknya.
Pengamat pemerintahan menilai jabatan Sekprov memerlukan figur dengan integritas personal, kemampuan koordinasi lintas sektor, dan visi reformasi birokrasi jangka panjang. Dalam konteks itu, pengalaman struktural dan kapasitas manajerial menjadi faktor penting.
Hingga kini, proses pengisian jabatan Sekprov masih menunggu tahapan resmi sesuai ketentuan perundang-undangan.
Namun, menguatnya sejumlah nama menunjukkan besarnya harapan publik terhadap hadirnya kepemimpinan birokrasi yang mampu menjaga kesinambungan program pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Sulawesi Utara. (FM)










